Blog Archives

Kegagalan Kapitalisme

Dua peristiwa besar yang menimpa dua negara besar semakin menunjukkan kebobrokan ideologi Kapitalisme. Inggris, negara utama Kapitalisme di Eropa, diguncang kerusuhan masal. Kerusuhan dipicu tewasnya Mark Duggan, pria berkulit hitam, di kawasan Tottenham kamis (4/8).  Dua hari kemudian, sebuah unjuk rasa damai untuk memperingati kematiannya berubah menjadi kekerasan yang menjalar ke distrik Lewisham dan Peckham. Toko-toko dijarah, pemrotes melempari polisi dengan batu, beberapa bangunan dan bis dibakar. Protes terjadi di kota-kota Barat dengan alasan yang berbeda seperti biaya kuliah yang meningkat dan langkah-langkah penghematan krisis ekonomi Yunani.

Para analis mengatakan kerusuhan di Tottenham bukan hanya disebabkan oleh kematian Duggan, namun merupakan dampak dari kesulitan ekonomi terutama di kalangan rakyat miskin. Penghematan untuk mengurangi hutang pemerintah Inggris mulai dirasakan dampaknya oleh rakyat kecil, seperti pengangguran tinggi dan pengurangan layanan publik. Tottenham merupakan tempat tinggal sejumlah minoritas etnis yang sering mengalami diskriminasi dan di sana kerap terjadi ketegangan etnis. Kegagalan sistem Kapitalisme telah menimbulkan frustasi sosial. Read the rest of this entry

Muhammad Al-Fatih Secrets Revealed!

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

by: Felix Siauw

Monday, October 26, 2009 at 10:07am

felix1

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Read the rest of this entry

INTELECTUAL CAPITAL KEPEMIMPINAN MUHAMMAD SAW.

INTELECTUAL CAPITAL KEPEMIMPINAN MUHAMMAD SAW. DALAM SETIAP PEPERANGAN

(Dikutip dari Buku Muhammad Saw on The Art of War, 2007, Progressio, karya Yuana Ryan Tresna)

Oleh Yuana Ryan Tresna

Perjalanan kepemimpinan Rasulullah Saw. merupakan suatu proses kreatif dan berlangsung secara terus menerus bagi para sahabatnya, berkembang, serta beradaptasi dalam mengahadapi kebutuhan. Oleh karena itu, intelektual kapital merupakan konsep yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam membangun sebuah tim menjadi lebih baik lagi di waktu berikutnya. Dengan kalimat lain, intelektual kapital ini berfungsi untuk learn how to learn (belajar cara belajar) dan sebagai muatan utama dalam membangun kinerja manajemen (performance management) perang.

Mengadaptasi pandangan Peter Senge (1990), fenomena tim perang kaum Muslim pada masa Rasulullah Saw. tersebut, dikatakan sebagai Learning Organization (organisasi pembelajaran). Serangkaian peperangan yang dilalui oleh Rasulullah Saw. sampai akhir hayatnya, tidaklah berlalu begitu saja. Semuanya mengandung pelajaran bagi para sahabat, bahkan bagi Rasulullah Saw. sendiri. Semuanya larut dalam “proses pembelajaran”. Sehingga timnya Rasulullah Saw. merupakan tim yang secara terus menerus melakukan inovasi ketika tingkat kompleksitas lingkungan perang semakin tinggi. Hal itu dapat dilihat dari karakteristik tim perang yang dibangun oleh Rasulullah Saw. Read the rest of this entry

Mujadalah(Berdiskusi) dalam Perspektif Islam

Islam Dan Tradisi Diskusi

                Muqaranah dan mujadalah (perbandingan dan diksusi) adalah tradisi ilmiah yang sudah tumbuh sejak masa awal sejarah manusia. Al-Qur’an telah mendokumentasikan tradisi ini hampir pada setiap masa kenabian. Allah SWT berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ

                “Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi orang-orang yang kafir membantah (mendebat) dengan yang bathil, agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak…”(Qs. al-Kahfi [18]: 56). Read the rest of this entry

Sistem Jaminan Sosial dalam Islam

Oleh KH. M Shiddiq Al-Jawi

Pendahuluan

Istilah jaminan sosial mengacu pada jaminan pemenuhan kebutuhan dasar (primer) dan kebutuhan sekunder oleh negara bagi rakyatnya. Setiap ideologi mempunyai paradigma dan metodenya masing-masing mengenai bagaimana cara negara memberikan jaminan sosial tersebut bagi rakyatnya. Namun, Islam mempunyai keunggulan yang tidak terdapat dalam ideologi lainnya, yakni Kapitalisme dan Sosialisme.

Menurut Abdurrahman Al-Maliki dalam As-Siyasah Al-Iqtishadiyah Al-Mutsla, jaminan sosial dalam Kapitalisme bukanlah ide asli dalam Kapitalisme, melainkan sekedar ide korektif setelah kapitalisme yang pro mekanisme pasar menimbulkan kesenjangan dan ketidakdilan di Barat pada abad ke-19. Ini berbeda dengan Islam yang menetapkan jaminan sosial sebagai ide asli, bukan ide tambal sulam yang datang belakangan. Inilah keunggulan Islam dibanding Kapitalisme. (Al-Maliki, 1963:157). Read the rest of this entry

Khutbah Terakhir Rasulullah SAWW

“Segala puji bagi Allah, kami memuji kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya, meminta ampun kepada-Nya, bertaubat kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kami dan dari kejelekan amal perbuatan kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, niscaya tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, niscaya tidak akan ada yang memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selan Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya. wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, dan aku perintahkan kepada kalian supaya ta’at kepada-Nya.

Wahai kaum Muslimin, dengarkanlah apa yang hendak aku katakan. Mungkin sehabis tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian (dalam keadaan seperti ini) di tempat ini untuk selama-lamanya.

Read the rest of this entry

Kembalinya Khilafah Bukan Mimpi di Siang Bolong

Bagi beberapa kalangan, gagasan bahwa seluruh umat Islam di dunia dapat bersatu dalam satu Negara Islam di bawah bendera Khilafah merupakan omong kosong. Baru-baru ini, beberapa ahli mengemukakan pendapat yang menentang gagasan kemungkinan bersatunya umat Islam di Abad ke-21. Mereka menukil contoh-contoh masa kini tentang ketidakpaduan dan pengelompokan Dunia Islam sebagai bukti-bukti yang mendukung gagasan mereka.

Antropolog Madawi ar-Rasheed yang bermukim di London mengatakan, “Saya kira seisi Jazirah Arab telah terjerumus ke dalam kekerasan sektarian, karena itu menurut saya, tidak mungkin Khilafah dapat terwujud…Kini, pada Abad ke-21 ini, gagasan tersebut hanya impian di siang bolong dari para aktivis Muslim.”

Seorang analis Saudi, Faris bin Houzam mengatakan, “Impian besar mereka ialah untuk mendirikan satu Negara Islam, namun tidak ada satu bukti pun yang dapat menunjukkan bahwa hal tersebut akan terwujud.”

Mubashar Akbar, seorang jurnalis dan penulis asal India, dalam salah satu tulisannya yang dimuat Newsweek mengatakan, “Saya mendengar dari para pengamat bahwa umat Islam hendak menegakkan kembali Khilafah. Gagasan tersebut sungguh konyol.” Read the rest of this entry

Negara Wajib Menjaga Aqidah Umat

Bentrok Kelompok Ahmadiyah dengan warga di Cikeusik, disusul rusuh Temanggung pasca vonis penghujat Islam, kembali memunculkan perdebatan tentang hubungan antara agama dan negara. Kelompok Liberal dengan gencar mengkampanyekan bahwa negara tidak boleh menghakimi keyakinan warga, negara harus melindungi semua keyakinan atas dasar kebebasan berkeyakinan. Menurut kelompok Liberal maraknya berbagai kerusuhan atas nama agama terjadi karena negara mencampuri urusan keyakinan, antara lain dengan menerbitkan SKB Tiga Menteri berkaitan dengan Ahmadiyah dan pendirian gereja. SKB ini disebut-sebut menjadi sumber legitimasi bagi aksi kekerasan. Mereka juga menuding negara tidak hadir untuk melindungi kebebasan beragama. Tentu harus dibedakan dengan tegas kebolehan beribadah dengan penghinaan atau penyesatan agama. Dalam Islam, kebolehan beribadah bagi non-Muslim (kafir) tidak dipersoalkan. Berdasarkan syariah Islam, mereka diberi hak untuk beribadah menurut keyakinan agama mereka. Read the rest of this entry