Blog Archives

KONDOMISASI MENKES VERSUS SOLUSI ISLAM

Menkes RI baru, Nafsiah Mboi, langsung membuat gebrakan yang menggemparkan. Mantan Ketua Komite Penanggulangan AIDS Nasional tersebut menggalakkan program penggunaan kondom besar-besaran untuk aktifitas seks beresiko. Apa sebenarnya tujuan Ibu Menkes dengan program barunya tersebut?

Ia menyatakan bahwa program kondomisasi tersebut dalam rangka mencegah atau mengurangi resiko  penyebaran HIV/AIDS yang makin parah dan tak terkendali. Dalam sebuha tulisan di Harian Republika disebutkan bahwa penyumbang penyebaran virus HIV/AIDS terbesar adalah dari perilaku seks bebas, yaitu mencapai 77 persen. Selebihnya dari faktor jarum suntik dan keturunan. Sementara pori-pori kondom dalam keadaan tak digunakan hanya mencapai 1/60 mikron dan bisa mengembang 10 kali lipat saat digunakan. Sedangkan ukuran virus HIV sekitar 1/250 mikron. Jadi efektifitas penggunaan kondom dalam mencegah penyebaran virus HIV sangat kecil. Ketidakefektifan ini telah disampaikan berkali-kali oleh beberapa pakar yang telah memulai penelitian tentang khasiat kondon sejak tahun 1990. Belum lagi jika terjadi kebocoran kondom karena kerusakan dan sebagainya.

Read the rest of this entry

BBM Naek, Imbasnya Siswa Miskin Bertambah 7 Juta orang

Pemerintah menghitung akan ada penambahan sekitar 7 juta siswa miskin akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya akan dilakuakn pemerintah tahun ini.

“Jadi ini usulan yang sedang kita siapkan, ada usulan perubahan penerima dari jumlah penerima 5,9 juta anak penerima bantuan siswa miskin namanya bantuan siswa miskin. Kita naikkan menjadi 12,5 juta siswa, itu dari sisi penerima,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh di Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Sementara itu, lanjut Nuh, Kemendikbud mengusulkan kenaikan bantuan untuk setiap anak. Untuk siswa miskin SD dari Rp 360 ribu menjadi Rp 450 ribu, SMP dari Rp 550 ribu menjadi Rp750 ribu, dan SMA dari Rp 780 ribu naik menjadi Rp 1 juta per tahun per anak.

Read the rest of this entry

Islam Dalam Mengentaskan Kemiskinan

oleh: Hidayatullah Muttaqin

Masalah kemiskinan merupakan salah satu momok dalam kehidupan baik bagi individu maupun bagi masyarakat dan negara. Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan : Hampir-hampir kemiskinan itu menjadikan seseorang kufur. (HR. Abu Nu’aim).

Kemiskinan dapat digolongkan dalam kemiskinan struktural, kemiskinan kultural dan kemiskinan natural. Kemiskinan struktural disebabkan oleh kondisi struktur perekonomian yang timpang dalam masyarakat, baik karena kebijakan ekonomi pemerintah, penguasaan faktor-faktor produksi oleh segelintir orang, monopoli, kolusi antara pengusaha dan pejabat dan lain-lainnya. Intinya kemiskinan struktural ini terjadi karena faktor-faktor buatan manusia. Adapun kemiskinan kultural muncul karena faktor budaya atau mental masyarakat yang mendorong orang hidup miskin, seperti perilaku malas bekerja, rendahnya kreativitas dan tidak ada keinginan hidup lebih maju. Sedangkan kemiskinan natural adalah kemiskinan yang terjadi secara alami, antara lain yang disebabkan oleh faktor rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.

Dari ketiga katagori kemiskinan tersebut, pada dasarnya kemiskinan berpangkal pada masalah distribusi kekayaan yang timpang dan tidak adil. Karena itu Islam menekankan pengaturan distribusi ekonomi yang adil agar ketimpangan di dalam masyarakat dapat dihilangkan. Firman Allah SWT, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. “(TQS. Al-Hasyr : 7).

Kepedulian Sosial

Salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan adalah membangun kepedulian antara sesama anggota Read the rest of this entry