Blog Archives

Khutbah Terakhir Rasulullah SAWW

“Segala puji bagi Allah, kami memuji kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya, meminta ampun kepada-Nya, bertaubat kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kami dan dari kejelekan amal perbuatan kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, niscaya tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, niscaya tidak akan ada yang memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selan Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya. wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, dan aku perintahkan kepada kalian supaya ta’at kepada-Nya.

Wahai kaum Muslimin, dengarkanlah apa yang hendak aku katakan. Mungkin sehabis tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian (dalam keadaan seperti ini) di tempat ini untuk selama-lamanya.

Read the rest of this entry

HTI dan DPD RI: Tolak Kenaikan Harga atau Pembatasan Subsidi BBM

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Hizbut Tahrir Indonesia sepakat bahwa sebenarnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) tidak perlu dibatasi apalagi dicabut apabila pemimpin dan pengelola negara amanah dan sistem yang diterapkannya pun diganti dengan syariah.

“Kami menolak BBM dinaikan!” ujar Ketua DPD RI Irman Gusman saat menerima delegasi HTI, Rabu (6/4) sore di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta. Irman dan anggota DPD dari Sulawesi Selatan Abdul Aziz Kahar Muzakar menyambut hangat kedatangan delegasi yang terdiri dari Ketua Lajnah Faaliyah DPP HTI Rahmat Kurnia, Ketua DPP Rokhmat S Labib dan Anwar Iman, serta anggota Lajnah Faaliyah Budi Dharmawan dan Wahyudi Al Maroky.

“Benarkah dengan kuota subsidi masalah selesai?” ujar Irman retorik. Karena menurutnya, pemerintah seharusnya sebelum bicara kenaikan atau pembatasan subsidi terlebih dahulu melakukan efesiensi.

Read the rest of this entry

Kembalinya Khilafah Bukan Mimpi di Siang Bolong

Bagi beberapa kalangan, gagasan bahwa seluruh umat Islam di dunia dapat bersatu dalam satu Negara Islam di bawah bendera Khilafah merupakan omong kosong. Baru-baru ini, beberapa ahli mengemukakan pendapat yang menentang gagasan kemungkinan bersatunya umat Islam di Abad ke-21. Mereka menukil contoh-contoh masa kini tentang ketidakpaduan dan pengelompokan Dunia Islam sebagai bukti-bukti yang mendukung gagasan mereka.

Antropolog Madawi ar-Rasheed yang bermukim di London mengatakan, “Saya kira seisi Jazirah Arab telah terjerumus ke dalam kekerasan sektarian, karena itu menurut saya, tidak mungkin Khilafah dapat terwujud…Kini, pada Abad ke-21 ini, gagasan tersebut hanya impian di siang bolong dari para aktivis Muslim.”

Seorang analis Saudi, Faris bin Houzam mengatakan, “Impian besar mereka ialah untuk mendirikan satu Negara Islam, namun tidak ada satu bukti pun yang dapat menunjukkan bahwa hal tersebut akan terwujud.”

Mubashar Akbar, seorang jurnalis dan penulis asal India, dalam salah satu tulisannya yang dimuat Newsweek mengatakan, “Saya mendengar dari para pengamat bahwa umat Islam hendak menegakkan kembali Khilafah. Gagasan tersebut sungguh konyol.” Read the rest of this entry

Al-Islam dan Problematikanya

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh. Dan janganlah mengikuti langkah-langkah Syetan, sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu”

(Qs al-Baqarah [2] : 208)

Islam adalah Dinullah, sistem hidup dan kehidupan yang bersifat Syumuliyah (lengkap, sempurna). Tidak ada satu asfek kehidupan-pun yang luput dari Kepengaturan islam. Bidang Ubudiyah, Muamalah, Munakahah dan Jinayah atau IPOLEKSOSBUDHANKAM landasan Syari’at-Nya sudah termaktub dalam Dusturul Muslimin (UUD kaum muslimin) yakni al-Qur’an dan as-Sunah.

Allah mengutus Rasulululah Muhammad Saw adalah untuk menyempurnakan Dinullah, sehingga menjadi pedoman utama umat manusia hingga akhir jaman, “Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu Dinmu…..”(Qs al-Maidah [5] : 3). Pasca turunnya ayat terakhir ini, maka tugas Nabi Muhammad Saw sebagai Rasul Allah telah berakhir. Read the rest of this entry

Negara Wajib Menjaga Aqidah Umat

Bentrok Kelompok Ahmadiyah dengan warga di Cikeusik, disusul rusuh Temanggung pasca vonis penghujat Islam, kembali memunculkan perdebatan tentang hubungan antara agama dan negara. Kelompok Liberal dengan gencar mengkampanyekan bahwa negara tidak boleh menghakimi keyakinan warga, negara harus melindungi semua keyakinan atas dasar kebebasan berkeyakinan. Menurut kelompok Liberal maraknya berbagai kerusuhan atas nama agama terjadi karena negara mencampuri urusan keyakinan, antara lain dengan menerbitkan SKB Tiga Menteri berkaitan dengan Ahmadiyah dan pendirian gereja. SKB ini disebut-sebut menjadi sumber legitimasi bagi aksi kekerasan. Mereka juga menuding negara tidak hadir untuk melindungi kebebasan beragama. Tentu harus dibedakan dengan tegas kebolehan beribadah dengan penghinaan atau penyesatan agama. Dalam Islam, kebolehan beribadah bagi non-Muslim (kafir) tidak dipersoalkan. Berdasarkan syariah Islam, mereka diberi hak untuk beribadah menurut keyakinan agama mereka. Read the rest of this entry

Bom itu ditujukan untuk Ulul Abshar Abdala!!

JAKARTA (Arrahmah.com) – Bingkisan paket bom yang dialamatkan untuk tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Absha Abdalla, meledak sebelum tiba di tempat tujuan.

Bom tersebut meledak ketika dilokalisir oleh tim Gegana Polda Metro Jaya di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (15/3/2011).  Saat itu Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan datang ke lokasi dan mencoba mengotak-atik bingkisan tersebut.

Akibat ledakan, tangan kiri Kompol Dodi Rahmawan terluka parah dan terputus.

Sebelumnya ada kecurigaan bahwa paket tersebut berupa bom.

“Betul ada laporan kecurigaan benda menyerupai bom,” kata Kapolsek Matraman Kompol Uyun Rafie seperti yang dilansir detik.com.

Uyun mengatakan, awalnya, Read the rest of this entry

TELAAH KITAB DEMOKRASI SISTEM KUFUR KARYA SYEKH ABDUL QADIM ZALLUM

Oleh : M. Shiddiq Al-Jawi*

Pendahuluan

“Memilih pemimpin yang baik hukumnya wajib, maka golput haram,” demikian salah satu butir fatwa MUI hasil Ijtima’ Ulama 24 – 26 Januari 2009 di Padang Panjang, Sumatera Utara. Fatwa tersebut sebenarnya mempunyai satu kelemahan mendasar, yaitu mengabaikan sistem demokrasi yang ada. Sangat disayangkan. Mestinya dikaji dulu, apakah sistem demokrasi itu sesuai Islam atau justru bertolak belakang dengan Islam?

Menurut Hizbut Tahrir, demokrasi adalah sistem kufur, sehingga implikasinya adalah haram hukumnya mengadopsi, menerapkan, dan mempropagandakannya. Pada tahun 1990, Hizbut Tahrir mengeluarkan kitab karya Syekh Abdul Qadim Zallum berjudul Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr : Yahrumu Akhdzuha aw Tathbiquha aw Ad-Da’watu Ilaiha. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambilnya, Menerapkannya, dan Mempropagandakannya (Bogor : Pustaka Thariqul Izzah, 1994, cet I).
Read the rest of this entry

Refleksi; 3 Maret 1924: Runtuhnya Khilafah Penjaga Ummah

Kisruh elit politik yang melanda negeri ini adalah bukti kapitalisme dan demokrasi telah gagal membawa umat pada kehormatannya. Pesona panggung Demokrasi adalah metode yang sangat menguntungkan bagi para kapitalis demokratis. Bagaimana tidak, ditengah-tengah masyarakat yang kelaparan, para kapitalis ini masih sempat-sempatnya memikirkan partai thogut mereka masing-masing. Padahal, rakyat dan ummat muslim sekarang ini sedang membutuhkan mereka yang seharusnya menjadi pelindung aqidah, pemersatu ummat dan menjaga ummat.

Belum lagi maraknya para penista-penista agama. Ahmadiyah mejadi bukti lemahnya pemerintahan yang berdasarkan Demokrasi ini. Terserah demokrasi liberalis lah, demokrasi pancasilais lah, apa pun itu, bagaimanapun dibulak-balik, tetap saja bertolak belakang dengan Islam Dienullah. Demokrasi lah yang menyebabkan munculnya aliran-aliran sesat terutama di Indonesia tercinta ini. Asas demokrasi lah yang membolehkan siapapun memeluk agama, bahkan berhak berkeyakinan sebebas-bebasnya. Ditambah lagi para pejuang HAM yang senantiasa tiada hentinya menyuarakan hak-hak yang dilanggar. Padahal apakah pernah sedikit saja mereka memperjuangkan hak-hak Allah sebagai Rabbnya?, Hak-hak bumi? Gunung dan Laut? Dan makhluk-makhluk lainnya di atas muka bumi ini? Sedangkan kita hidup berdampingan dengan mereka.

Demokrasi lagi demokrasi lagi… Read the rest of this entry