Blog Archives

Identitas Pergerakan Mahasiswa Muslim

Oleh : Bhakti Aditya Purwansyah

Mukadimah… 

Poros perubahan ada dipundak mahasiwa. Begitulah kata bijak memberikan tanggungjawab secara tidak langsung pada mereka yang memiliki label mahasiswa. Agent of change adalah sebuah kalimat yang apabila kita mendengarnya, pikiran kita langsung tertuju pada mahasiswa. Mahasiswa juga berperan sebagai perpanjangan tangan dari masyarakat itu sendiri, penyampai aspirasi dan pemberi harapan. Mahasiswa memiliki peran penting dalam sebuah negara. Berbagai advokasi ketidakadilan, ketidakberdayaan, kecurangan politik-ekonomi-sosial dan lain-lain dilakukan mahasiswa sebagai interpretasi niatan nurani yang terusik oleh keadaan tersebut.

Read the rest of this entry

Makna PAHLAWAN yang Sesungguhnya

Kata pahlawan menurut kamus besar bahasa Indonesia berasal dari dua kata, bahasa sangsekerta, pahla dan wan. Pahla berarti buah, sedangkan wan bermakna sebutan bagi orangnya (bersangkutan). Dulu gelar pahlawan diberikan kepada siapa saja yang mati di medan pertempuran baik mati karena membela bangsa dan negaranya maupun agamanya. Namun di era modern ini gelar pahlawan menjadi lebih luas dan tidak ada batasan yang jelas. Misalnya para Tenaga Kerja Wanita (TKW) disebut sebagai para pahlawan devisa. Guru yang mengajar disekolah diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Bahkan seorang pria ataupun wanita yang bekerja membanting tulang demi menghidupi keluarganya disebut sebagai pahlawan keluarga. Karena tidak adanya batasan dari makna pahlawan ini, sempat terjadi perdebatan dikalangan tokoh negeri ini tentang layak kah soeharto, presiden kedua republik ini diberi gelar pahlawan nasional?

Read the rest of this entry

Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan Khilafah

oleh : Bhakti Aditya P. dari berbagai Sumber

Muqaddimah..

Banyak dikalangan mereka yang mengaku-ngaku Ahlussunnah wal Jama’ah menolak Khilafah. Alasannya bervariasi, ada yang bilang “tidak boleh membangkang pada pemerintah lah”, “Khilafah hanya esensi lah” atau ratusan alasan-alasan yang intinya mereka tidak menyetujui khilafah bahkan menolaknya. Sungguh ironis, jika kita lihat dari sisi lain kehidupan seorang muslim hari ini, maka akan kita dapati bahwa umat muslim hari ini telah dipisahkan dari Islam. Malah, faham demokrasi yang jelas-jelas bukan ajaran Islam bahkan mengkufuri ‘Uluhiyyah Allah ini diterima dengan lapang tangan dan menolak Khilafah yang sudah jelas ajaran Islam dan Pemerintahan Islam yang syah. Read the rest of this entry

Pergerakan Pembebasan yang Sejati(صحيح حركة التحرر)

Mukadimah…
Pergerakan adalah sebuah proses menuju perbaikan yang dilakukan oleh sekelompok manusia. Kekuatan pergerakan adalah kekuatan yang sulit ditaklukan karena sifatnya yang homogen, namun ia akan tumbang juga apabila tidak memiliki akar yang kuat dan pertumbuhan yang benar. Hal ini akan sangat penting dalam sebuah pergerakan untuk membentuk fikroh yang kuat dan metode yang benar dalam menjalani proses menuju perbaikan. Rasulullah bersabda: “berpegang teguhlah kalian pada kebenaran, sedang kebenaran akan selalu membawa kebaikan, dan kebaikan senantiasa menuntun pada syurga”(al hadits). Dari hadits ini maka perlu digaris-bawahi bahwa memegang kebenaran adalah pondasi dari segala pondasi dan dasar dari segala dasar agar segala-galanya bisa berbuah kebaikan dan syurgaNya. Read the rest of this entry

Ta’aruf, Jihad di STKS Bandung

Judulnya lumayan serem juga ya, hmm….oke deh…mari kita simak apa isinya?? Seramkah?? Chek it Out….

Beberapa minggu yang lalu kita sibuk dengan kegiatan, sampai akhirnya pada penghujung keikhlasan. MasyaAllah, 2 bulan berturut-turut para mujahid mujahidah KMM STKS Bandung telah menunaikan jihadnya dalam rentetan acara dakwah yang penuh dengan ketegangan, kesabaran serta menguras tenaga yang lumayan melelahkan. Namun, hari ini sepertinya penghujung kemenangan kita, perlombaan Gebyar Ramadhan yang diadakan oleh DKM Al-Ihsan. Read the rest of this entry

Hati-hati para Onaniners!

Assalamu’alaikum, wr. wb.

Mohon jawaban ustad tentang beberapa pertanyaan saya ini karena saya sangat sulit mencari literatur yang membahas hal ini dari sudut pandang syariat Islam. Jarang sekali kitab fiqih yang membahasnya dan kalopun ada itu sangat singkat sekali dan tidak mendalam

  1. Aapakah onani termasuk dosa besar dan sama dengan zina?
  2. Adakah hukuman had untuk pelakunya?
  3. Apakah seseorang yang mengeluarkan mani karena sesuatu yang bukan sentuhan misalnya melihat film atau sejenisnya secara syar’i dimasukkan kedalam kategori onani?
  4. Adakah solusi secara syar’i untuk menolong orang-orang yang sudah addict akan hal ini?
  5. Bagaimanakah kedudukan dan maksud dari zina tangan, zina mata, bahkan ada seorang ustad yang menghukumi orang yang berfikiran atau membayangkan mesum juga sebagai zina. Samakah kedudukan zina ini dengan zina seperti yang digambarkan rosul dalam hadist?

Terima kasih.
Read the rest of this entry

Apa itu Bid’ah?

oleh : Afa Silmi Hakim

الحمد الله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه

ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وسلم تسليماً أما بعد :  

Pembahasan ini termasuk pembahasan yang rumit, dan panjang, sekaligus sensitif bagi beberapa harakah islam. Dan permasalahan ini sering menjadi polemik di antara kaum muslimin, Maka dari sini dengan keterbatasan ilmu yang saya punya, saya mencoba menyampaikan apa yang saya pahami benar tentu dengan dalil dan pemahaman para ulama atas permasalahan ini, agar permasalahan ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan saya mencoba menyampaikannya secara ringkas.

Read the rest of this entry

Pacaran Versus Ta’aruf

Oleh: Afa Silmi Hakim

“Yang paling utama dan paling agung adalah cinta karena Allah dan bagi Allah, Cinta mengharuskan cinta terhadap apa yang dicintai Allah, mengharuskan cinta kepada Allah dan Rasulnya. Ada pula cinta karena ada kesamaan jalan, madzhab/harokah/firqah, kerabat, keahlian, tujuan dan lain seabagainya. Ada pula cinta untuk mendapatkan tujuan tertentu dari orang yang dicintai, entah kedudukan, harta, tuntunan, atau pengajarannya. Yang demikian itu merupakan cinta yang hanya tampak di permukaan, yang terlalu cepat sirna karena sirnanya sebab.” (Zaadul Ma’ad; Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah hal 321) Read the rest of this entry