Blog Archives

Konsep maqashid syari’ah; Antara Islam dan Faham Liberal

Oleh: Ust. Fahmi Salim, M.A. –Anggota Komisi Fatwa dan kajian MUI Pusat / Wasekjen MIUMI

Anda tentu pernah mendengar celotehan kaum liberal bahwa ayat Hudud (cambuk, potong tangan dll), ayat Qisas, ayat Jilbab, ayat kawin beda agama, ayat kewarisan, dan sejenisnya adalah ayat yang bersifat partikular tidak universal dan kekal. Ayat-ayat itu berlaku tentatif dan temporer karena hanya cocok dengan kondisi bangsa Arab abad ke-7 M, dan kini sudah irrelevan dan ahistoris. (Lihat buku Metodologi Studi Al-Qur’an Ulil Cs, hlm.136)

Selain metode kontekstualisasi dalam penafsiran, kaum liberal kerap menyebut istilah maqashid syariah, ‘yang penting kita ambil tujuannya (maqashid), substansinya dan nilai etisnya’ karena inilah yang universal, bukan ‘bentuk formal’nya karena ia berlaku temporer. Untuk membongkar kesalahan dan kesengajaan liberalis yang ingin merusak konsep asli maqashid syariah, maka hadirlah tulisan singkat ini, yang aslinya adalah pokok-pokok pikiran saat mendebat sdr. Abdul Moqsith Gozali saat diadakan acara bedah buku Metodologi Studi Al-Qur’an karya Ulil Cs di Gedung Pesantren Baytul Quran PSQ Jakarta.

Read the rest of this entry