Blog Archives

Ketika Cinta Bersemi Sesama Aktivis Dakwah

Ketika aktifis dakwah maupun kader dakwah sudah mulai terjangkiti virus merah jambu, yakni ketika mereka tidak lagi menangis karena cintanya kepada Allah SWT, melainkan menangis karena cinta mereka tidak kesampaian atau menangis karena cinta mereka diputus sang kekasih pujaan hati, keadaan seperti ini merupakan tanda bahwa umat dalam bahaya!

Pada suatu hari, musuh-musuh Islam hendak menyerang kaum muslimin. Namun, sebelum menyerang, mereka terlebih dahlu mengirim mata-mata untuk menyelidiki kekuatan kaum muslimin.

Ketika mata-mata musuh Islam berhasil menyusup ke dalam barak pertahanan kaum muslimin. Sang mata-mata penasaran melihat mujahid-mujahid dengan gagah berani menggenggam busur dan anak panah yang siap dilepaskan menuju jantung musuh-musuh Islam (papan sasaran). Namun, diantara mujahid yang gagah berani tersebut, sang mata-mata melihat seorang pemuda yang sedang menagis terisak-isak.

Read the rest of this entry

Pacaran Versus Ta’aruf

Oleh: Afa Silmi Hakim

“Yang paling utama dan paling agung adalah cinta karena Allah dan bagi Allah, Cinta mengharuskan cinta terhadap apa yang dicintai Allah, mengharuskan cinta kepada Allah dan Rasulnya. Ada pula cinta karena ada kesamaan jalan, madzhab/harokah/firqah, kerabat, keahlian, tujuan dan lain seabagainya. Ada pula cinta untuk mendapatkan tujuan tertentu dari orang yang dicintai, entah kedudukan, harta, tuntunan, atau pengajarannya. Yang demikian itu merupakan cinta yang hanya tampak di permukaan, yang terlalu cepat sirna karena sirnanya sebab.” (Zaadul Ma’ad; Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah hal 321) Read the rest of this entry

INTELECTUAL CAPITAL KEPEMIMPINAN MUHAMMAD SAW.

INTELECTUAL CAPITAL KEPEMIMPINAN MUHAMMAD SAW. DALAM SETIAP PEPERANGAN

(Dikutip dari Buku Muhammad Saw on The Art of War, 2007, Progressio, karya Yuana Ryan Tresna)

Oleh Yuana Ryan Tresna

Perjalanan kepemimpinan Rasulullah Saw. merupakan suatu proses kreatif dan berlangsung secara terus menerus bagi para sahabatnya, berkembang, serta beradaptasi dalam mengahadapi kebutuhan. Oleh karena itu, intelektual kapital merupakan konsep yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam membangun sebuah tim menjadi lebih baik lagi di waktu berikutnya. Dengan kalimat lain, intelektual kapital ini berfungsi untuk learn how to learn (belajar cara belajar) dan sebagai muatan utama dalam membangun kinerja manajemen (performance management) perang.

Mengadaptasi pandangan Peter Senge (1990), fenomena tim perang kaum Muslim pada masa Rasulullah Saw. tersebut, dikatakan sebagai Learning Organization (organisasi pembelajaran). Serangkaian peperangan yang dilalui oleh Rasulullah Saw. sampai akhir hayatnya, tidaklah berlalu begitu saja. Semuanya mengandung pelajaran bagi para sahabat, bahkan bagi Rasulullah Saw. sendiri. Semuanya larut dalam “proses pembelajaran”. Sehingga timnya Rasulullah Saw. merupakan tim yang secara terus menerus melakukan inovasi ketika tingkat kompleksitas lingkungan perang semakin tinggi. Hal itu dapat dilihat dari karakteristik tim perang yang dibangun oleh Rasulullah Saw. Read the rest of this entry

Mujadalah(Berdiskusi) dalam Perspektif Islam

Islam Dan Tradisi Diskusi

                Muqaranah dan mujadalah (perbandingan dan diksusi) adalah tradisi ilmiah yang sudah tumbuh sejak masa awal sejarah manusia. Al-Qur’an telah mendokumentasikan tradisi ini hampir pada setiap masa kenabian. Allah SWT berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ

                “Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi orang-orang yang kafir membantah (mendebat) dengan yang bathil, agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak…”(Qs. al-Kahfi [18]: 56). Read the rest of this entry

Kembalinya Khilafah Bukan Mimpi di Siang Bolong

Bagi beberapa kalangan, gagasan bahwa seluruh umat Islam di dunia dapat bersatu dalam satu Negara Islam di bawah bendera Khilafah merupakan omong kosong. Baru-baru ini, beberapa ahli mengemukakan pendapat yang menentang gagasan kemungkinan bersatunya umat Islam di Abad ke-21. Mereka menukil contoh-contoh masa kini tentang ketidakpaduan dan pengelompokan Dunia Islam sebagai bukti-bukti yang mendukung gagasan mereka.

Antropolog Madawi ar-Rasheed yang bermukim di London mengatakan, “Saya kira seisi Jazirah Arab telah terjerumus ke dalam kekerasan sektarian, karena itu menurut saya, tidak mungkin Khilafah dapat terwujud…Kini, pada Abad ke-21 ini, gagasan tersebut hanya impian di siang bolong dari para aktivis Muslim.”

Seorang analis Saudi, Faris bin Houzam mengatakan, “Impian besar mereka ialah untuk mendirikan satu Negara Islam, namun tidak ada satu bukti pun yang dapat menunjukkan bahwa hal tersebut akan terwujud.”

Mubashar Akbar, seorang jurnalis dan penulis asal India, dalam salah satu tulisannya yang dimuat Newsweek mengatakan, “Saya mendengar dari para pengamat bahwa umat Islam hendak menegakkan kembali Khilafah. Gagasan tersebut sungguh konyol.” Read the rest of this entry

Al-Islam dan Problematikanya

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh. Dan janganlah mengikuti langkah-langkah Syetan, sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu”

(Qs al-Baqarah [2] : 208)

Islam adalah Dinullah, sistem hidup dan kehidupan yang bersifat Syumuliyah (lengkap, sempurna). Tidak ada satu asfek kehidupan-pun yang luput dari Kepengaturan islam. Bidang Ubudiyah, Muamalah, Munakahah dan Jinayah atau IPOLEKSOSBUDHANKAM landasan Syari’at-Nya sudah termaktub dalam Dusturul Muslimin (UUD kaum muslimin) yakni al-Qur’an dan as-Sunah.

Allah mengutus Rasulululah Muhammad Saw adalah untuk menyempurnakan Dinullah, sehingga menjadi pedoman utama umat manusia hingga akhir jaman, “Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu Dinmu…..”(Qs al-Maidah [5] : 3). Pasca turunnya ayat terakhir ini, maka tugas Nabi Muhammad Saw sebagai Rasul Allah telah berakhir. Read the rest of this entry

Negara Wajib Menjaga Aqidah Umat

Bentrok Kelompok Ahmadiyah dengan warga di Cikeusik, disusul rusuh Temanggung pasca vonis penghujat Islam, kembali memunculkan perdebatan tentang hubungan antara agama dan negara. Kelompok Liberal dengan gencar mengkampanyekan bahwa negara tidak boleh menghakimi keyakinan warga, negara harus melindungi semua keyakinan atas dasar kebebasan berkeyakinan. Menurut kelompok Liberal maraknya berbagai kerusuhan atas nama agama terjadi karena negara mencampuri urusan keyakinan, antara lain dengan menerbitkan SKB Tiga Menteri berkaitan dengan Ahmadiyah dan pendirian gereja. SKB ini disebut-sebut menjadi sumber legitimasi bagi aksi kekerasan. Mereka juga menuding negara tidak hadir untuk melindungi kebebasan beragama. Tentu harus dibedakan dengan tegas kebolehan beribadah dengan penghinaan atau penyesatan agama. Dalam Islam, kebolehan beribadah bagi non-Muslim (kafir) tidak dipersoalkan. Berdasarkan syariah Islam, mereka diberi hak untuk beribadah menurut keyakinan agama mereka. Read the rest of this entry

Label Fundamentalis dan Radikal Pada Pemuda Pengemban Risalah Dakwah

Sejatinya pemuda adalah pemangku perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Dengan semangat yang menggebu-gebu juga pola fikir yang kritis, pemuda dapat mengubah dunia. Seperti yang dikatakan Presiden RI pertama Soekarno “Berikan saya 10 pemuda, maka akan ku goncang dunia”. Tak ayal dalam dunia perpolitikkan pemuda jua ikut andil di dalam penentuan akan dibawa ke mana bentuk politik suatu Negara. Maju tidaknya sebuah Negara, tergantung dan dapat trgambarkan dari para pemudanya.

Hari ini yang terjadi malah pemuda tidaklah dibuat untuk kritis dan ikut mencampuri urusan yang sudah menjadi bagian dari diri pemuda. Bahkan, hari ini pemuda hanya dijadikan tameng dan dibuat tidak mampu bertanya tentang apa yang diperjuangkannya. Seperti diberitakan dalam berbagai media massa, pemuda malah hanya mengurusi hal-hal yang dianggap ada di permukaan saja tanpa tahu akar dari sebuah permasalahan. Oleh karena itu, kita seutuhnya membutuhkan pemuda yang sebenar-benar pemuda. Yang dikatakan Soekarno sebagai pengguncang dunia. Siapakah mereka?

Pemuda adalah…

Read the rest of this entry