Category Archives: Jihad

Macam-macam Syahid

Oleh: Ust. Syamsudin Ramadhan

Macam-macam Syahid

Imam Nawawiy dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyatakan, bahwa syahiid itu terbagi menjadi tiga macam.

Pertama, syahid dunia dan akherat; yaitu, orang yang gugur di dalam peperangan melawan kaum kafir disebabkan karena terbunuh. Orang semacam ini dihukumi sebagai syuhada’ yang akan memperoleh pahala di akherat dan dihukumi syahid dunia, yakni jenazahnya tidak dimandikan dan disholatkan. Ia dikuburkan bersama dengan pakaian dan darah yang melekat di badannya.

Kedua, syahid akherat, yakni orang yang mendapat pahala di akherat, akan tetapi tidak dihukumi syahid di kehidupan dunia. Mereka adalah meninggal dunia karena sakit perut, penyakit thaun, orang yang tertimpa bangunan atau tembok, orang yang terbunuh karena mempertahankan harta, dan orang-orang yang telah disebutkan di dalam hadits shahih dengan sebutan syahid. Orang-orang semacam ini, jenazahnya wajib dimandikan dan disholatkan. Mereka mendapatkan pahala syahid di akherat, hanya saja tidak sama dengan pahala orang yang mati syahid jenis pertama. Read the rest of this entry

Pergerakan Pembebasan yang Sejati(صحيح حركة التحرر)

Mukadimah…
Pergerakan adalah sebuah proses menuju perbaikan yang dilakukan oleh sekelompok manusia. Kekuatan pergerakan adalah kekuatan yang sulit ditaklukan karena sifatnya yang homogen, namun ia akan tumbang juga apabila tidak memiliki akar yang kuat dan pertumbuhan yang benar. Hal ini akan sangat penting dalam sebuah pergerakan untuk membentuk fikroh yang kuat dan metode yang benar dalam menjalani proses menuju perbaikan. Rasulullah bersabda: “berpegang teguhlah kalian pada kebenaran, sedang kebenaran akan selalu membawa kebaikan, dan kebaikan senantiasa menuntun pada syurga”(al hadits). Dari hadits ini maka perlu digaris-bawahi bahwa memegang kebenaran adalah pondasi dari segala pondasi dan dasar dari segala dasar agar segala-galanya bisa berbuah kebaikan dan syurgaNya. Read the rest of this entry

Kegagalan Kapitalisme

Dua peristiwa besar yang menimpa dua negara besar semakin menunjukkan kebobrokan ideologi Kapitalisme. Inggris, negara utama Kapitalisme di Eropa, diguncang kerusuhan masal. Kerusuhan dipicu tewasnya Mark Duggan, pria berkulit hitam, di kawasan Tottenham kamis (4/8).  Dua hari kemudian, sebuah unjuk rasa damai untuk memperingati kematiannya berubah menjadi kekerasan yang menjalar ke distrik Lewisham dan Peckham. Toko-toko dijarah, pemrotes melempari polisi dengan batu, beberapa bangunan dan bis dibakar. Protes terjadi di kota-kota Barat dengan alasan yang berbeda seperti biaya kuliah yang meningkat dan langkah-langkah penghematan krisis ekonomi Yunani.

Para analis mengatakan kerusuhan di Tottenham bukan hanya disebabkan oleh kematian Duggan, namun merupakan dampak dari kesulitan ekonomi terutama di kalangan rakyat miskin. Penghematan untuk mengurangi hutang pemerintah Inggris mulai dirasakan dampaknya oleh rakyat kecil, seperti pengangguran tinggi dan pengurangan layanan publik. Tottenham merupakan tempat tinggal sejumlah minoritas etnis yang sering mengalami diskriminasi dan di sana kerap terjadi ketegangan etnis. Kegagalan sistem Kapitalisme telah menimbulkan frustasi sosial. Read the rest of this entry

Muhammad Al-Fatih Secrets Revealed!

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

by: Felix Siauw

Monday, October 26, 2009 at 10:07am

felix1

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Read the rest of this entry

INTELECTUAL CAPITAL KEPEMIMPINAN MUHAMMAD SAW.

INTELECTUAL CAPITAL KEPEMIMPINAN MUHAMMAD SAW. DALAM SETIAP PEPERANGAN

(Dikutip dari Buku Muhammad Saw on The Art of War, 2007, Progressio, karya Yuana Ryan Tresna)

Oleh Yuana Ryan Tresna

Perjalanan kepemimpinan Rasulullah Saw. merupakan suatu proses kreatif dan berlangsung secara terus menerus bagi para sahabatnya, berkembang, serta beradaptasi dalam mengahadapi kebutuhan. Oleh karena itu, intelektual kapital merupakan konsep yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam membangun sebuah tim menjadi lebih baik lagi di waktu berikutnya. Dengan kalimat lain, intelektual kapital ini berfungsi untuk learn how to learn (belajar cara belajar) dan sebagai muatan utama dalam membangun kinerja manajemen (performance management) perang.

Mengadaptasi pandangan Peter Senge (1990), fenomena tim perang kaum Muslim pada masa Rasulullah Saw. tersebut, dikatakan sebagai Learning Organization (organisasi pembelajaran). Serangkaian peperangan yang dilalui oleh Rasulullah Saw. sampai akhir hayatnya, tidaklah berlalu begitu saja. Semuanya mengandung pelajaran bagi para sahabat, bahkan bagi Rasulullah Saw. sendiri. Semuanya larut dalam “proses pembelajaran”. Sehingga timnya Rasulullah Saw. merupakan tim yang secara terus menerus melakukan inovasi ketika tingkat kompleksitas lingkungan perang semakin tinggi. Hal itu dapat dilihat dari karakteristik tim perang yang dibangun oleh Rasulullah Saw. Read the rest of this entry

Mujadalah(Berdiskusi) dalam Perspektif Islam

Islam Dan Tradisi Diskusi

                Muqaranah dan mujadalah (perbandingan dan diksusi) adalah tradisi ilmiah yang sudah tumbuh sejak masa awal sejarah manusia. Al-Qur’an telah mendokumentasikan tradisi ini hampir pada setiap masa kenabian. Allah SWT berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ

                “Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi orang-orang yang kafir membantah (mendebat) dengan yang bathil, agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak…”(Qs. al-Kahfi [18]: 56). Read the rest of this entry

9 Pedang Rasulullah Muhammad SAWW

1.Al Mat’thur

Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi
(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Pedang ini diberi oleh ayahnya.
kalau di sumber inggrisnya ini : It was willed to him by his father
gw artiin jadi pedang ini pemberian dari ayahnya, atau ayahnya berkehendak(willed) agar pedangnya ntar dikasih ke anaknya. diberikannya ya mungkin nggak secara langsung lah.. Read the rest of this entry

Kembalinya Khilafah Bukan Mimpi di Siang Bolong

Bagi beberapa kalangan, gagasan bahwa seluruh umat Islam di dunia dapat bersatu dalam satu Negara Islam di bawah bendera Khilafah merupakan omong kosong. Baru-baru ini, beberapa ahli mengemukakan pendapat yang menentang gagasan kemungkinan bersatunya umat Islam di Abad ke-21. Mereka menukil contoh-contoh masa kini tentang ketidakpaduan dan pengelompokan Dunia Islam sebagai bukti-bukti yang mendukung gagasan mereka.

Antropolog Madawi ar-Rasheed yang bermukim di London mengatakan, “Saya kira seisi Jazirah Arab telah terjerumus ke dalam kekerasan sektarian, karena itu menurut saya, tidak mungkin Khilafah dapat terwujud…Kini, pada Abad ke-21 ini, gagasan tersebut hanya impian di siang bolong dari para aktivis Muslim.”

Seorang analis Saudi, Faris bin Houzam mengatakan, “Impian besar mereka ialah untuk mendirikan satu Negara Islam, namun tidak ada satu bukti pun yang dapat menunjukkan bahwa hal tersebut akan terwujud.”

Mubashar Akbar, seorang jurnalis dan penulis asal India, dalam salah satu tulisannya yang dimuat Newsweek mengatakan, “Saya mendengar dari para pengamat bahwa umat Islam hendak menegakkan kembali Khilafah. Gagasan tersebut sungguh konyol.” Read the rest of this entry