Category Archives: Dakwah

Foto Kegiatan Muslim Youth Coaching 1

[Foto Kegiatan Muslim Youth Coaching 1]

21 Oktober 2013, tepatnya hari Ahad, LDS DPC HTI Cikampek bersama Rumah Curhat Remaja Islam dan Badan Koordinasi Rohis Indonesia mengadakan sebuah acara yang spektakuler, yakni Muslim Youth Coaching 1. Acara ini dihadiri kurang lebih 150 peserta dari SMA-SMP yang ada di Cikampek dan sekitarnya, Dalam acara ini remaja berikrar untuk menjadi Remaja yang sholeh. Mereka pun menyambut dengan antusias kegiatan ini dan menginginkan kegiatan-kegiatan semacam ini terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda. (more…)

Konsep maqashid syari’ah; Antara Islam dan Faham Liberal

Oleh: Ust. Fahmi Salim, M.A. –Anggota Komisi Fatwa dan kajian MUI Pusat / Wasekjen MIUMI

Anda tentu pernah mendengar celotehan kaum liberal bahwa ayat Hudud (cambuk, potong tangan dll), ayat Qisas, ayat Jilbab, ayat kawin beda agama, ayat kewarisan, dan sejenisnya adalah ayat yang bersifat partikular tidak universal dan kekal. Ayat-ayat itu berlaku tentatif dan temporer karena hanya cocok dengan kondisi bangsa Arab abad ke-7 M, dan kini sudah irrelevan dan ahistoris. (Lihat buku Metodologi Studi Al-Qur’an Ulil Cs, hlm.136)

Selain metode kontekstualisasi dalam penafsiran, kaum liberal kerap menyebut istilah maqashid syariah, ‘yang penting kita ambil tujuannya (maqashid), substansinya dan nilai etisnya’ karena inilah yang universal, bukan ‘bentuk formal’nya karena ia berlaku temporer. Untuk membongkar kesalahan dan kesengajaan liberalis yang ingin merusak konsep asli maqashid syariah, maka hadirlah tulisan singkat ini, yang aslinya adalah pokok-pokok pikiran saat mendebat sdr. Abdul Moqsith Gozali saat diadakan acara bedah buku Metodologi Studi Al-Qur’an karya Ulil Cs di Gedung Pesantren Baytul Quran PSQ Jakarta.

Read the rest of this entry

KONDOMISASI MENKES VERSUS SOLUSI ISLAM

Menkes RI baru, Nafsiah Mboi, langsung membuat gebrakan yang menggemparkan. Mantan Ketua Komite Penanggulangan AIDS Nasional tersebut menggalakkan program penggunaan kondom besar-besaran untuk aktifitas seks beresiko. Apa sebenarnya tujuan Ibu Menkes dengan program barunya tersebut?

Ia menyatakan bahwa program kondomisasi tersebut dalam rangka mencegah atau mengurangi resiko  penyebaran HIV/AIDS yang makin parah dan tak terkendali. Dalam sebuha tulisan di Harian Republika disebutkan bahwa penyumbang penyebaran virus HIV/AIDS terbesar adalah dari perilaku seks bebas, yaitu mencapai 77 persen. Selebihnya dari faktor jarum suntik dan keturunan. Sementara pori-pori kondom dalam keadaan tak digunakan hanya mencapai 1/60 mikron dan bisa mengembang 10 kali lipat saat digunakan. Sedangkan ukuran virus HIV sekitar 1/250 mikron. Jadi efektifitas penggunaan kondom dalam mencegah penyebaran virus HIV sangat kecil. Ketidakefektifan ini telah disampaikan berkali-kali oleh beberapa pakar yang telah memulai penelitian tentang khasiat kondon sejak tahun 1990. Belum lagi jika terjadi kebocoran kondom karena kerusakan dan sebagainya.

Read the rest of this entry

SEMUA NEGARA DI DUNIA INI ADALAH NEGARA HUKUM

Faktanya, tak ada satu pun negara di dunia ini yang tidak memiliki tata aturan hukum yang diberlakukan bagi masyarakatnya. Itu artinya bahwa setiap negara adalah negara hukum. Lalu apa yang selalu diserukan oleh kalangan politisi dan akademisi agar negara ini menjadi negara hukum? Seringkali pernyataan mereka dilatarbelakangi oleh fakta bahwa adanya segelintir elit politik yang menyalahgunakan wewenang hukum, pelaku korupsi yang terbebas dari jeratan hukum karena kedekatan dengan penguasa, penegak hukum yang korup sehingga tidak menegakkan hukum dengan semestinya. Fakta-fakta seperti itulah kadang yang memunculkan pernyataan dari beberapa kalangan bahwa negara ini negara hukum yang artinya hukum harus ditegakkan tanpa campur tangan elit penguasa dan tunduk pada kepentingan uang dan kekuasaan.

Read the rest of this entry

Macam-macam Syahid

Oleh: Ust. Syamsudin Ramadhan

Macam-macam Syahid

Imam Nawawiy dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyatakan, bahwa syahiid itu terbagi menjadi tiga macam.

Pertama, syahid dunia dan akherat; yaitu, orang yang gugur di dalam peperangan melawan kaum kafir disebabkan karena terbunuh. Orang semacam ini dihukumi sebagai syuhada’ yang akan memperoleh pahala di akherat dan dihukumi syahid dunia, yakni jenazahnya tidak dimandikan dan disholatkan. Ia dikuburkan bersama dengan pakaian dan darah yang melekat di badannya.

Kedua, syahid akherat, yakni orang yang mendapat pahala di akherat, akan tetapi tidak dihukumi syahid di kehidupan dunia. Mereka adalah meninggal dunia karena sakit perut, penyakit thaun, orang yang tertimpa bangunan atau tembok, orang yang terbunuh karena mempertahankan harta, dan orang-orang yang telah disebutkan di dalam hadits shahih dengan sebutan syahid. Orang-orang semacam ini, jenazahnya wajib dimandikan dan disholatkan. Mereka mendapatkan pahala syahid di akherat, hanya saja tidak sama dengan pahala orang yang mati syahid jenis pertama. Read the rest of this entry

Melafadzkan Niat dalam Shalat

Oleh: Afa Silmi Hakim 

Definisi Niat

Defenisi Niat secara Lughat menurut Syaikh Ahmad al-Husiani sebagaimana di kutip oleh DR. Umar Sulaiman al-Asyqar adalah Al-Qashdu (kehendak, maskud, atau Tujuan)atau ulama lain mengatakan: Muthlaqul Qashdi (Semata-mata hanya tujuan). (DR. Umar Sulaiman al-Asyqar, An-Niyyatu fil Ibadaat, hal 15; KH. M. Sjafi’I Hadzami, Taudlihul Adillah, IV/132)

Sedangkan Niat dalam makna Syar’I adalah keinginan untuk mengerjakan sesuatu yang di ikuti dengan perbuatan.(DR. Umar Sulaiman al-Asyqar, An-Niyyatu fil Ibadaat, hal 15; KH. M. Sjafi’I Hadzami, Taudlihul Adillah, IV/132)

Read the rest of this entry

Makna PAHLAWAN yang Sesungguhnya

Kata pahlawan menurut kamus besar bahasa Indonesia berasal dari dua kata, bahasa sangsekerta, pahla dan wan. Pahla berarti buah, sedangkan wan bermakna sebutan bagi orangnya (bersangkutan). Dulu gelar pahlawan diberikan kepada siapa saja yang mati di medan pertempuran baik mati karena membela bangsa dan negaranya maupun agamanya. Namun di era modern ini gelar pahlawan menjadi lebih luas dan tidak ada batasan yang jelas. Misalnya para Tenaga Kerja Wanita (TKW) disebut sebagai para pahlawan devisa. Guru yang mengajar disekolah diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Bahkan seorang pria ataupun wanita yang bekerja membanting tulang demi menghidupi keluarganya disebut sebagai pahlawan keluarga. Karena tidak adanya batasan dari makna pahlawan ini, sempat terjadi perdebatan dikalangan tokoh negeri ini tentang layak kah soeharto, presiden kedua republik ini diberi gelar pahlawan nasional?

Read the rest of this entry

Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan Khilafah

oleh : Bhakti Aditya P. dari berbagai Sumber

Muqaddimah..

Banyak dikalangan mereka yang mengaku-ngaku Ahlussunnah wal Jama’ah menolak Khilafah. Alasannya bervariasi, ada yang bilang “tidak boleh membangkang pada pemerintah lah”, “Khilafah hanya esensi lah” atau ratusan alasan-alasan yang intinya mereka tidak menyetujui khilafah bahkan menolaknya. Sungguh ironis, jika kita lihat dari sisi lain kehidupan seorang muslim hari ini, maka akan kita dapati bahwa umat muslim hari ini telah dipisahkan dari Islam. Malah, faham demokrasi yang jelas-jelas bukan ajaran Islam bahkan mengkufuri ‘Uluhiyyah Allah ini diterima dengan lapang tangan dan menolak Khilafah yang sudah jelas ajaran Islam dan Pemerintahan Islam yang syah. Read the rest of this entry