Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Ma’idah: 50

Disusun Oleh Saudaraku Afa Silmi Hakim Al-Jawiy

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki?dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. Al-Ma’idah: 50)

Al-Hafizh Ibnu Katsir menafsirkan ayat tsb sebagai berikut:Melalui ayat ini Allah SWT. Mengingkari perbuatan orang-orang yang keluar dari hukum Allah yang muhkam lagi mencakup semua kebaikan. Melarang setiap perbuatan yang jahat.

Lalu mereka memilih pendapat-pendapat yang lain dan kecenderungannya-kecendrungannya serta peristilahan oleh kaum lelaki tanpa sandaran dari syari’at Allah. Seperti yang dilakukan oleh ahli Jahiliyyah. Orang-orang Jahiliyyah memutuskan perkara mereka dengan dengan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat-buat sendiri oleh pendapat dan keinginan mereka. 

Dan juga sama dengan hukum yang dipakai oleh bangsa Tartar berupa undang-undang kerajaan yang diambil dari raja mereka, yaitu Gengis Khan; perundang-undangan tersebut dibuat oleh Al-Yasruq untuk mereka. Undang-undang ini terangkum dalam suatu kitab yang di dalamnya memuat semua hukum-hukum yang dipetik dari berbagai macam Syari’at , dari agama Yahudi, Nasrani, Islam serta lain-lainnya.

Di dalamnya banyak terdapat undang-undang ditetapkan hanya berdasarkan pandangan dan keinginan Gengis Khan sendiri, kemudian hal tersebut di kalangan keturunannya menjadi peraturan yang di ikuti dan lebih diprioritaskan daripada hukum Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Barang siapa melakukan hal tersebut dari kalangan mereka, maka dia adalah orang kafir yang wajib di perangi hingga dia kembali kepada hukum Allah dan Rasul -Nya. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/502-503)

Kemudian Syaikh Ahmad Syakir berkomentar atas penafsiran Ibnu Katsir diatas, sebagai berikut :

“Apakah kalian tidak melihat pensifatan yang kuat dari Al-Hafidz Ibnu Katsir pada abad ke-8 H terhadap undang-undang positif yang ditetapkan oleh musuh Islam Gengish Khan? Bukankah kalian melihatnya mensifati kondisi umat Islam pada abad 144 H ? Kecuali satu perbedaan saja yang kami nyatakan tadi, yakni hukum Ilyasiq hanya terjadi pada sebuah generasi penguasa yang menyusup dalam umat Islam dan segera hilang pengaruhnya.

Namun kondisi kaum muslimin saat ini lebih buruk dan lebih dzalim dari mereka, karena kebanyakan umat islam hari ini telah masuk dalam hukum yang menyelisihi syariat islam ini; sebuah hukum yang paling menyerupai al-yasiq yang telah ditetapkan oleh seorang laki-laki kafir yang telah jelas kekafirannya.

Sesungguhnya, urusan hukum positif ini telah jelas layaknya matahari di siang bolong yaitu kufur yang nyata (Kufrun Bawwah), tidak ada yang tersembunyi di dalamnya dan tak ada yang membingungkan. tidak ada udzur bagi siapapun yang mengakat dirinya muslim dalam berbuat dengannya, atau tunduk kepadanya atau mengakuinya. maka berhati-hatilah, setiap orang menjadi pengawas atas dirinya sendiri.” (Umdatut Tafsir, 3/124)

Dari Abu Ubaidah an-Naji, bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan Berkata: Barang siapa yang memutuskan perkara bukan dengan Hukum Allah, maka Hukum Jahiliyyah yang dipakainya. (HR. Ibnu Hatim)

Dari Ibnu Abbas r.a, mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang menginginkan tuntunan Jahiliyyah di dalam Islam. (HR. At-Tabrani)

About kasatrianstks

Kami berjuang untuk Allah dan RasulNya. Darah kami adalah darah kaum muslimin, jiwa kami rindu syahid di Jalan Ilahi...Allahu Akbar...

Posted on 10 April 2012, in Ammar Ma'ruf, Nahi Mungkar, Tafsir and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Saya support blogger Msia… cuma… harap awak letak themes yg lebih ringan …
    connection saya agak slow ..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s