Refleksi; 3 Maret 1924: Runtuhnya Khilafah Penjaga Ummah

Kisruh elit politik yang melanda negeri ini adalah bukti kapitalisme dan demokrasi telah gagal membawa umat pada kehormatannya. Pesona panggung Demokrasi adalah metode yang sangat menguntungkan bagi para kapitalis demokratis. Bagaimana tidak, ditengah-tengah masyarakat yang kelaparan, para kapitalis ini masih sempat-sempatnya memikirkan partai thogut mereka masing-masing. Padahal, rakyat dan ummat muslim sekarang ini sedang membutuhkan mereka yang seharusnya menjadi pelindung aqidah, pemersatu ummat dan menjaga ummat.

Belum lagi maraknya para penista-penista agama. Ahmadiyah mejadi bukti lemahnya pemerintahan yang berdasarkan Demokrasi ini. Terserah demokrasi liberalis lah, demokrasi pancasilais lah, apa pun itu, bagaimanapun dibulak-balik, tetap saja bertolak belakang dengan Islam Dienullah. Demokrasi lah yang menyebabkan munculnya aliran-aliran sesat terutama di Indonesia tercinta ini. Asas demokrasi lah yang membolehkan siapapun memeluk agama, bahkan berhak berkeyakinan sebebas-bebasnya. Ditambah lagi para pejuang HAM yang senantiasa tiada hentinya menyuarakan hak-hak yang dilanggar. Padahal apakah pernah sedikit saja mereka memperjuangkan hak-hak Allah sebagai Rabbnya?, Hak-hak bumi? Gunung dan Laut? Dan makhluk-makhluk lainnya di atas muka bumi ini? Sedangkan kita hidup berdampingan dengan mereka.

Demokrasi lagi demokrasi lagi…

Entah bagaimana lagi caranya mengingatkan kepada para penguasa agar mereka kembali pada Islam(Dienullah). Sudah terbukti demokrasi yang diusung Mustafa Kemal 87 tahun yang lalu dalam usahanya menghancurkan Islam telah membuat ummat terpecah belah, sengsara dan bahkan telah membuat ummat terbunuh dengan kelaparannya, kefakirannya dan yang paling berbahaya adalah terbunuh dengan pemikiran-pemikiran yang digagas oleh si laknatulloh alaih Mustafa Kemal.

Lagi-lagi ulah demokrasi mengkontroversi di bumi Indonesia ini. Demos Cratos yang katanya dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat ini hanya mengumbar janji-janjinya saja. Demokrasi yang menganggap bahwa suara rakyat adalah suara tuhan ini telah gagal. Fakta di lapangan menegaskan bahwa sebenarnya Demokrasi adalah dari kapitalis oleh kapitalis dan untuk kapitalis. Malah suara kapitalislah yang dalam usahanya memisahkan kehidupan dengan agama (fashluddin ‘anil hayah) sebagai suara tuhan(tuhannya para pejuang HAM dan Demokrasi). Sebagai bukti, sampai saat ini kasus yang masih hangat saja tentang penistaan agama dan murtaddin. Penguasa di negeri ini tidak mampu menjaga apa yang seharusnya mereka jaga, tidak mampu membubarkan barang sejengkal saja membuat mereka berhenti menodai Islam. Bukan karena mereka tidak mampu melakukannya, melainkan ada udang dibalik duit dan juga tuntutan aqidah sekuler lah yang membuat mereka lupa daratan dan lupa dari mana ia berasal juga kelak akan kemana ia akan dikembalikan. Penistaan-penistaan ini tetap berlanjut akibat diterapkannya sistem Kuffur Demokrasi yang katanya setiap orang boleh berbicara dan bebas untuk memeluk agama. Demokrasi yang katanya terdapat didalamnya asas bebas bericara pun hanya kebohongan publik yang diatur secara cantik dan rapih. Buktinya sampai saat ini ummat Islam senantiasa dicurigai dan diawasi. Mana hak asasi yang anda usung? Kami pun tidak mengharapkannya. Juga, betapa ironisnya dihadapan ummat Negara ini dijual bagian demi bagian kepada siapa saja yang ingin membelinya, kepada siapa saja yang memiliki modal besar, kepada siapa saja yang berminat mengelolanya. Padahal itu adalah tugas pemerintah yang seharusnya menjaga segala Sumber Daya untuk kemaslahatan ummat, bukan untuk kemaslahatan kaum pemegang modal dan kekuasaan. Bukankan itu hasil diterapkannya sistem kuffur demokrasi kapitalisme? Bukannya itu sebagai akibat dari fashluddin ‘anil hayah(Sekulerisme)?

Cukup 87 tahun…

3 Maret 1942 negeri muslim mengalami musibah yang sangat memilukan. Khilafah Islamiyah, penegak syariah dan pelindung ummat telah diruntuhkan oleh si Penghianat Mustafa Kemal. Inilah awal kemunafikan merajalela dan awal kemunduran aqidah, tarbiyah dan akhlaq ummat. Refleksi pada diri seorang muslim telah mencapai batasnya. Hampir satu generasi hilang tanpa seorang Khalifah yang memimpin dan menyatukan gerak langkah dakwah dan jihad fi sabilillah. 87 tahun ummat menderita dengan berbagai macam peringatan-peringatan yang diturunkan Allah agar kaum muslimin menyadari akan tuntutan keimanan pada fitrah yang diperintahkanNya. Hari ini tanggal 3 Maret 2011 genap 87 tahun Kekhilafahan runtuh dan sebagai bukti bahwa hari ini ummat berada ditengah-tengah laut yang tidak tahu kapal apa yang ia ada diatasnya dan akan kemana perginya tanpa seorang nahkoda. Cukup 87 tahun kaum muslimin dan muslimah diseluruh dunia dibrondongi peluru. Cukup 87 tahun saja kafirin mengacak-acak dan merusak bumi ini dengan segala sistem kehidupan yang mereka bawa. Jangan sampai 87 tahun ini hanya menjadi tahun-tahun yang dilewati dengan mata tertutup, hati membatu dan telinga menuli. Sudah saatnya kita memperjuangkan apa yang telah diperintahkaNya kepada kita. Menegakkan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan, mengembalikan bumi pada Yang Berhak atasnya, menyeimbangkan tatanan kehidupan antar makhluk dan menegakkan Khilafah sebagai tuntutan ditegakkannya kembali seluruh aturan-aturan Allah, sebagai Institusi penjaga ummat, sebagai Rahmatan lil ‘aalamin, seagai media diterapkannya seluruh Syariat Islam.

Kembalilah dan sadarlah wahai saudaraku sekalian…

Telah terbukti bahwa demokrasi dan kapitalisme telah mencampakkan aqidah ummat. Sistem kehidupan yang berasal dari negeri paman sam itu tidak mampu dan takkan mampu menjadi manhaj kehidupan secara utuh. Negeri ini sebagai saksi diterapkannya hukum selain hukum Allah. Maka, apabila nanti bumi yang kita pijak ini meminta pertanggungjawaban atasnya, pemimpin dan para penguasa lah yang paling besar tanggungannya akibat tidak menerapkan syariat Islam. Para pejuang demokrasi dan HAM pun turut mempertanggungjawabkannya. Kaum muslim yang diam-diam saja atas semua ini pun ikut bertanggungjawab. Juga seluruh kaum muslimin dan muslimat akan memepertanggungjawabkannya di yaumil hisab nanti. Apakah itu yang kita mau?

Allah berfirman dalam surah al Maidah 51:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Sudah diingatkan beribu kali bahwa mereka kaum kafir tidak akan rela dengan apa yang telah diturunkan Allah pada RasulNya Muhammad SAW sampai kapanpun. Allah berfirman dalam surah al Baqarah 120:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah(Muhammad): “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Wahai kaum muslimin, Allah telah menyeru kita pada dien yang akan membawa kemaslahatan ummat. Bukan hanya itu, selain mencapai ridloNya, agama Islam pun Allah ciptakan sebagai Rahmat bagi seluruh alam. Seperti dalam firmanNya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu(Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(al Anbiyaa’ 21:107). Oleh karena itu, yakinlah wahai orang-orang yang beriman bagi kaum yang meyakini. Jangan kau dustakan hadits “…kemudian akan tegak kembali Khilafah dengan manhaj kenabian…”(HR. Ahmad).

Demokrasi adalah asas yang sangat bertolak belakang dengan Islam Dienullah. Kapitalisme adalah congkak dan biang kehancuran akhlak ummat muslim. Sekulerisme adalah aqidah yang sama sekali tidak masuk akal dan membuat hati ini tidak tentram karena memisahkan fitrah kepada takdirnya. 87 tahun cukup sudah umat terpecah belah dan teraniyaya oleh Kapitalisme, Demokrasi dan oleh isme-isme lainnya. Saatnya Islam kembali jaya dan kembali tegak diatas muka bumi ini. Saatnya Islam memimpin dunia dan menjadikan bumi ini dirahmati Allah SWT. Kembalikan kehormatannya juga kemuliaannya di hadapan Rabb Semesta Alam. Saatnya kita kembali pada jalan yang lurus. Ingatlah, Aqidah menuntut kita untuk itu. Imankah pada Allah, Kitab-kitabNya, Malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Hari Akhir dan Qadla wa QadarNya? Jika jawabannya “YA”, maka kewajiban kita bersama meninggalkan Aqidah kafir dengan Sekulesime, Demokrasi serta Kapitalismenya dari seluruh aspek kehidupan kita dan menggantinya dengan Islam sebagai satu-satunya dien yang di ridloi Allah, sebagai manhaj kehidupan yang otentik dan paripurna. Allah berfirman:

“…pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu…”(al Mä’idah 5:3)

Wallahu a’lam bishshowwab[]

Abdillah Mufarrid al-Abror (Bhakti Aditya Purwansyah)

Aktivis Gema Pembebasan

Syabab Hizbut Tahrir Indonesia

Pengumbar Aib Demokrasi dan Kapitalisme

About kasatrianstks

Kami berjuang untuk Allah dan RasulNya. Darah kami adalah darah kaum muslimin, jiwa kami rindu syahid di Jalan Ilahi...Allahu Akbar...

Posted on 10 March 2011, in Ammar Ma'ruf, Berita Islam, Dakwah, Jihad, Khilafah, Nahi Mungkar, Suara Kami, Tazkiyatun Nufs and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Assalamu alaikum wr wb…
    Izin Menyebarin Ya Mas…

  2. wa’alaikumsalam wr. wb.
    boleh😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s