Refleksi Diri: Sudah Beruntungkah Anda Menjadi Seorang Muslim/Muslimah?(Perlu Dibaca)

Dari judulnya aja kayanya udah berat nih pembahasan…

kayanya perlu mikir nih. kayanya kayanya kayanya…(ah udah jangan menebak nebak…langsung aja)

Keputusan adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan bukan?. Status adalah sebuah label yang diberikan maupun kita sendiri yang menyematkannya juga perlu dan harus dipertanggung jawabkan bukan?. Nama, Sifat, Sikap, Gerak Langkah dan segala ucapan kita juga perlu di pertanggung jawabkan…dan semua itu tidak setengah-setengah. Bukan hanya hasil yang memuaskan saja dari sebuah amanah yang kita emban yang harus kita nikmati, namun proses juga pahit dan manisnya, jatuh dan bangunnya, tersesat dan kembalinya harus juga kita jalani dan mau tidak mau harus kita nikmati. Sama Halnya dengan  status, bukan hanya hal yang baik saja kita mau terima dan dengar dari mulu orang2 terdekat kita, namun kita pun harus menerima secara keseluruhan dan tanpa mengelak bahwa itulah saya. itulah anda. itulah mereka. dan segala yang kita punyai dan miliki pun perlu dan harus dipertanggungjawabkan. Lalu apa hubungannya semua hal ini.

kasatrianstks

baiklah, saya akan mengajak anda sedikit merefleksi apa yang telah anda lakukan selama ini. khusunya tanggungjawab anda sebagai seorang MUSLIM/MUSLIMAH.

Yang pertama.

Apa arti Islam juga gelar MUSLIM/MUSLIMAH pada diri anda?

Apa yang sudah anda lakukan selama ini untuk mempertanggungjawabkan Keislaman anda?

Bagaimana cara anda menyikapi keislaman anda?

Kapan anda terakhir mengingat bahwa anda adalah seorang MUSLIM/MUSLIMAH yang WAJIB mengabdi pada Allah Swt.?

Dan banyak lagi pertanyaan yang harus anda tanyakan pada diri anda sendiri. Saya tidak akan meminta jawaban dari anda. Saya pun tidak akan mengulik-ngulik apa saja kesalahan anda. Tapi, dalam kesempatan  ini yuk kita simak beberapa point tentang tangging jawab yang setengah-setengah lalu kita ambil pelajaran dari padanya.

Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(TQS. Al-Baqarah 2:208)

Ini merupakan perintah Allah Swt. kepada orang-orang yang beriman untuk masuk,
Fiman-Nya, فِي السِّلْمِ كَآفَّةً “ke dalam Islam keseluruhan” maksudnya dalam seluruh syariat-syariat agama, mereka tidak meninggalkan sesuatu pun darinya, dan agar mereka tidak seperti orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, apabila hawa nafsunya itu sejalan dengan perkara yang disyariatkan, maka dia kerjakan, namun bila bertentangan dengannya maka dia tinggalkan, bahkan menjadi suatu hal yang wajib yang mana hawa nafsunya tunduk pada agama, dan ia melakukan segala perbuatan baik dengan segala kemampuannya, dan apa yang tidak mampu dia lakukan, maka dia berusaha dan berniat melakukannya dan menjang-kaunya dengan niatnya tersebut, dan ketika masuk ke dalam Islam dengan keseluruhan, maka tidak mungkin dan tidak dapat dibayang-kan terjadi, kecuali dengan hal yang bertentangan dengan jalan-jalan setan, Allah berfirman, وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ “Dan janganlah kamu menuruti langkah-langkah setan” maksudnya, dalam perbuatan dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah. Firman-Nya, إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُ “sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu” musuh yang nyata tidaklah akan mengajak kecuali kepada kejahatan dan kekejian serta segala yang mengandung bahaya bagi kalian.

Lalu, sudahkah kita memasuki Islam secara Kaafah? – yang dimaksud di sini adalah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya – . Apabila diseru nama Allah dalam Adzan apakah kita langsung menghampiri sumber suara untuk melakukan shalat? Apakah ketika anda Bersin dan melakukan segala hal mengucapkan “Bismillah” – menyebut nama Allah – ? Jika Belum maka anda bukanlah golongan yang beruntung yang Allah firmankan dalam Surah Al-Mujaadilah 58:22 “…Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

Sahabatku, sesungguhnya Allah telah menunjukkan pada kita tentang yang haq dan yang bathil “Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.”(TQS. Muhammad 47:3). Allah telah menunjukkan kekuasaanNya : “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.(TQS. Al-Baqarah 2 : 255) – sering disebut ayat kursi”. Maka apa yang membuatmu tidak patuh padaNya?

Tanyalah pada diri anda sendiri, dan mulailah perbaiki diri dari sekarang.

Semoga Bermanfaat.

Abdullah Mufarrid Al-Abror

Bhakti Aditya Purwansyah

Bandung, 7 Februari 2011

Milisi Kasatrian STKS Bandung

About kasatrianstks

Kami berjuang untuk Allah dan RasulNya. Darah kami adalah darah kaum muslimin, jiwa kami rindu syahid di Jalan Ilahi...Allahu Akbar...

Posted on 8 February 2011, in Ammar Ma'ruf, Dakwah, Tazkiyatun Nufs and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. menjadi seorang muslim adalah keuntungan dan perjuangan.

    salam dari medan
    nirwan

  2. jelas sangat beruntung…
    mayahdillahu falaa mudillalah, waman yudlilhu fala hadiyalah

    • Maksudnya…
      apakah kita sudah menjadi orang yang beruntung(dalam hal ini melakukan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya)…agar dapat menjadi orang yang beruntung…hhe7
      salam kenal mas…^^

  3. beruntung yg saya maksud baru hidayah yang dtng dari Allah…karena hidayah itu datangnya hanya dari Allah…
    untuk melakukan (dalam hal ini melakukan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya)…itu adalah usaha kita memaksimalkan…tp untuk hasil…tetap Allah yg memberi point…
    wallahu’alam

    salam kenal jg…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s