Ajal Tidak Kenal Usia Tidak Kenal Tua Maupun Muda

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi muda Partai Demokrat yang juga anggota Komisi V DPR RI, Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau populer dengan panggilan Adjie Massaid, meninggal di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2011) dini hari.

“Kami semua staf Ibu Angie (Angelina Sondakh, istri Adjie Massaid) sangat terkejut dan terpukul mendengar kabar ini,” kata Ayob, Staf Sekretariat Angelina Sondakh di Komisi IX DPR RI, sebagaimana dikutip Antara, beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi. Hal senada juga diutarakan Franky Sondakh, kakak kandung Angelina Sondakh (saudara ipar Adjie Massaid) yang tak bisa berkata banyak. “Peristiwanya begitu cepat dan kami semua masih belum percaya ini terjadi,” kata Ridhwan, Staf Bidang Media Angelina Sondakh.

Dari beberapa informasi yang diperoleh, Adjie Massaid meninggal setelah bermain futsal, salah satu olahraga kegemarannya. “Beliau itu gemar berolahraga. Makanya tidak menyangka jadi begini,” kata Ayob.

Adjie meninggal dalam usia 43 tahun. Suami model dan mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh, ini lahir pada 7 Agustus 1967 di Jakarta. Adjie telah dua kali terpilih sebagai anggota DPR RI, yakni pada 2004-2009 dan kini 2009-2014.

Dari istri pertamanya, penyanyi Reza Artamevia, dia dikaruniai dua anak. Mereka bercerai tahun 2005. Setelahnya Adjie meminang Angelina Sondakh yang juga anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Mereka menikah pada 29 April 2009 dan kini punya seorang putra.

Belum jelas bagi pihak keluarga, apa penyebab meninggalnya Adjie Massaid. Namun, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah kepada pers menyatakan, anak buahnya itu mengeluh sakit tadi malam. “Yang jelas, partai kami kehilangan seorang kader dan politisi muda yang tangguh,” ujarnya.

Menurut rencana pihak keluarga, jenazah Adjie Massaid akan disemayamkan di rumah duka di Taman Cilandak, Jakarta Selatan.

________________________________________________________
—————————————————————-
Saudaraku, maka dari itu perbanyaklah mendekatkan diri pada Allah. karena kta tidak tahu kapan ajal menjemput dan kapan kematian datang. Allah dalam surah Al-Mu’min 40 : 77 “Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.”. begitulah ketentuan Allah, tidak ada yang mengtahuinya apa-apa yang telah di takdirkan pada Manusia dan insan itu sendiri. semua tetap menjadi Rahasia Allah semata.

Dalam surah lain Allah berfirman : “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”” (TQS. Al-Jumu’ah 60:8). Kematian itu bak peluru yang sudah ditembakkan ke arah kita, sekencang apapun berlari, secepat apapun menghindar peluru itu pasti mnegenai kita, karena peluru sangatlah cepat dan kita tidak tahu kecepatannya melebihi kecepatan kuda bahkan kecepatan mobil tecepat. 700 km/jam. namun kematian (ajal) lebih cepat dari itu, bahkan kita tidak tahu dan tidak akan pernah tehu seberapa cepat kematian menghampiri kita.

Oleh karenanya, marilah saudara-saudara, kita lebih mendekatkan diri pada Allah Swt., menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk menolong agama Allah, menjalankan perintahNya dan menjauhi segala apa-apa yang dialrangNya, serta Taubatan nasuuha lah yang penting. mari kita kembali pada jalan yang benar. jalan yang diridloi Allah Swt., Jalan yang lurus. Islam!

dengan menjalankan syariatNya dalam segala aspek kehidupan baik itu pribadi, keluarga maupun bernegara. karena tidak ada penolong selain Allah apabila ajal telah menghadang. tidak ada pemberi syafaat lain selai Allah Swt..

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.”
(An-Nisaa’ 4:18)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,…”(TQS. At-Tahrim 66:8)

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi cermin kehidupan kita semua agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Amiin.

About kasatrianstks

Kami berjuang untuk Allah dan RasulNya. Darah kami adalah darah kaum muslimin, jiwa kami rindu syahid di Jalan Ilahi...Allahu Akbar...

Posted on 5 February 2011, in Ammar Ma'ruf, Dakwah, Tazkiyatun Nufs and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s