Ikhlas

Ikhlas adalah segala prilaku yang didasarkan niat yang tulus hanya mengharap ridho Allah semata. Ikhlas juga memberi artian tanpa pamrih.
“Rasulullah bersabda: Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)”
Dari hadits ini, dapat kita ambil pelajaran yang sangat berharga. Iman seseorang akan sempurna, jika semua yang ia kerjakan ia niatkan lillahi Ta’ala yang disebut ikhlas tadi. Tapi kadang kita sulit sekali melakukan sesuatu karena Allah. Contohnya saja makan, kadang kita lupa untuk berdoa terlebih dahulu, padahal makan adalah hal yang paling sering kita lakukan.
Allah bersabda dalam kitab-Nya:
”Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Q.S. Az-Zukhruf 43:62)
Dalam menjalankan niat selalu saja ada yang mengganggu. Syaiton musuh yang nyata bagi kita, seperti yang ada dalam Al-Qur’an. Bagaimana kita bisa lepas darinya, sedangkan kita saja belum bisa menghentikan keinginan-keinginan kita yang menuju pada arah maksiyat.
Syaiton itu seperti musuh dalam selimut, yang tempat bersemayamnya dalam hati kita. Allah berfirman:
”Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, Dari (golongan) jin dan manusia.”(Q.S. An-Naas 112:4-6)
Ke dalam dada manusia ini maksudnya adalah hati, dan yang mengganggunya adalah dari golongan jin atau manusia atau mungkin keduanya. Jadi dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita akan bahayanya bisikan-bisikan syaiton ke dalam hati yang dimediai oleh manusia dan jin. Mengapa bukan prilaku dari diri kita yang berbahaya? Karena, prilaku itu hasil olah dari fikiran, sedangkan fikiran itu datangnya dari hati, jadi hal yang paling berbahaya adalah hati manusia itu sendiri.
Kehidupan kita tidak terlepas dari hubungan kita dengan sesama manusia, dan seringkali kita dihadapkan dengan suatu keadaan yang mengharuskan kita bersikap bijak dan ikhlas dalam menyelesaikannya, ya walaupun pada dasarnya kita harus melakukan sesuatu semua karena Allah. Dalam menghadapi kondisi seperti ini, hal yang paling sulit kita lakukan adalah ikhlas. Ikhlas ini datangnya dari hati, selama hati kita kotor penuh dengan sifat-sifat tercela, keikhlasan ini acap kali tercampuri oleh niat-niat yang lain yang mengurangi kadar pahala keikhlasan kita atau malah mungkin menghapus pahala keikhlasan kita. Rasululloh bersabda: ”Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati.” Muttafaq Alaihi.
Dari dalil-dalil yang muncul di atas, keikhlasan seseorang bisa dilihat dari prilaku yang terolah dari pemikiran buah hasil hatinya. Perlu kita ketahui sahabat-sahabat, Allah menciptakan kita begitu sempurnanya dilengkapi dengan alat indera yang paling peka dan juga paling berharga yaitu hati. Maka jagalah benar hati itu dengan sekuat tenaga, karena segala sesuatu itu datangnya dari hati.
Bagaimana cara menjaga hati sehingga kita mendapatkan keikhlasan yang sebenar-benarnya? Sekiranya ada 5 perkara agar hati tetap terjaga dari kesuciannya, sehingga dapat melakukan segala hal karena Allah Ta’ala semata. Opick dalam syairnya:
”Obat hati ada 5 perkaranya, yang pertama baca Qur’an dan maknanya, yang kedua shalat malam dirikanlah, yang ketiga berkumpullah dengan orang shaleh, yang keempat perbanyaklah berpuasa, yang kelima dzikir malam perpanjanglah.”
Semoga dalam perjalanan kita menuju hati yang ikhlas ini diberkahi oleh Allah Ta’ala, dan semoga perjuangan kita dalam ketaqwaan ini diberikan keistiqomahan oleh Allah SWT.
Kata mutiara dari penulis:
”Kokohnya hati, laksana baja yang dilapisi emas. Baja sebagai imanku, dan emas sebagai taqwaku”Abdillah Mufarrid Al-Abror

About kasatrianstks

Kami berjuang untuk Allah dan RasulNya. Darah kami adalah darah kaum muslimin, jiwa kami rindu syahid di Jalan Ilahi...Allahu Akbar...

Posted on 2 February 2011, in Ammar Ma'ruf, Dakwah, Tazkiyatun Nufs and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s